Disintegrasi bangsa atau biasa yang disebut perpecahan atau pemisahan wilayah saat ini menjadi salah satu wacana yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia. Keberadaan Bhinneka Tunggal Ika yang dulu sempat dirintis oleh Patih Gajah Mada sewaktu mengucapkan Sumpah Palapa seakan tidak lagi dihiraukan, padahal itu dapat menjadi ancaman yang serius bagi stabilitas ketahanan nasional Negara kita. Contoh dari beberapa hal seperti lepasnya Timor Timur pada tahun 1999, Kepulauan Ambalat, serta ancaman gerakan-gerakan yang radikal seperti GAM, RMS, ataupun Gerakan Papua Merdeka seakan menjadi peringatan bagi kita bahwa ancaman disintegrasi bangsa semakin nyata. Hal itu tidak terlepas dari sikap Pemerintah Indonesia sendiri yang seakan tidak begitu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan bahaya disintegrasi tersebut serta kurangnya rasa nasionalisme kita sebagai warga Negara Indonesia sehingga tidak mempedulikan keadaan bangsa kita saat ini yang sudah semakin terkikis oleh ancaman kapitalisme Negara maju. Seharusnya Pemerintah sadar bahwa dengan lepasnya Timor Timur pada masa Pemerintahan B.J. Habibie membuktikan bahwa bhinneka tunggal ika kita semakin terkikis. Dan itu juga merupakan salah satu bentuk intervensi Negara asing terhadap kekayaan alam Negara kita karena disinyalir di sekitar perairan laut timor terdapat daerah sumber tambang minyak bumi yang melimpah dan bisa dimanfaatkan hingga beberapa puluh tahun kedepan.
Sebenarnya disintegrasi bangsa dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya rasa nasionalisme sehingga menimbulkan sikap tidak peduli pada keadaan internal bangsa, politik yang semakin kotor sehingga menimbulkan sikap tidak percaya terhadap Pemerintahan, dan kurangnya Pemerataan pembangunan sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antar daerah. Faktor inilah yang seharusnya mulai dari sekarang Pemerintah kita segera melakukan tindakan yang cepat dan tepat guna mencegah masalah tersebut. dan salah satu yang perlu di perhatikan adalah kurangnya pemerataan pembangunan khususnya terhadap wilayah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi kenyataannya pembangunan di wilayah tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan yang lainnya, dan contoh dari kasus ini adalah pembangunan di wilayah Indonesia timur.
Wilayah Indonesia timur seperti Maluku dan papua adalah propinsi yang terletak di wilayah timur Indonesia. Kedua wilayah tersebut dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah. Papua yang kaya akan emas dan peraknya sedangkan Maluku kaya akan hasil laut dan rempah-rempahnya. Orang-orang papua bangga akan hasil kekayaan alamnya yang sekarang diambil alih oleh PT Freeport yaitu berupa tambang mineral yang katanya tidak akan pernah habis hingga puluhan tahun kedepan. Sedangkan Maluku bangga dengan laut bandanya yang disebut-sebut sebagai surganya hewan laut karena setiap musim panas ikan-ikan dari seluruh penjuru dunia berkumpul dan berkembang biak dengan cepat disana sehingga Maluku kaya akan hasil lautnya selain itu sejak zaman penjajahan belanda Maluku juga dikenal sebagai surganya rempah-rempah dan sampai sekarang kualitas rempah-rempah dari Maluku sudah diakui oleh dunia internasional. Tetapi yang patut dipertanyakan mengapa dengan wilayah yang kaya akan sumber daya alamnya sedemikian rupa tetapi tidak disertai pembangunan yang merata dan bahkan bisa dikatakan masih tertinggal dibandingkan propinsi atau wilayah lainnya? Dan ini menjadi wacana yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia saat ini agar bahaya disintegrasi bangsa dapat sepenuhnya di tindak dengan cepat dan tidak meluas ke wilayah yang lainnya.

1xbet korean | Bet with 1xBet today | Legalbet.co.kr
BalasHapus1xbet korean betting online casino. ✓ Register and bet online without deposit febcasino ✓ Register with 1xbet korean 1xBet 카지노 today.